Nomor cantik masihkah dicari dan diminati?
Seingat saya, dulu sebelum harga nomor perdana sangat murah seperti sekarang ini, di Jogja khususnya berlaku hukum pasar, yaitu saat itu harga kartu perdana sangat mahal karena langkanya barang. Harga jualnya bisa berlipat beberapa kali dari harga bandrol dari operator yang bersangkutan, apalagi bila dianggap sebagai nomor cantik.
Katakanlah simpati yang saat itu saya ingat benar, saya membeli seharga 700.000 untuk satu nomor. Harga itu mencapai 70 kali lipat... Tidak terpikir saat itu untuk memilih nomor, karena udah bisa dapet aja beruntung. Untuk nomor pilihan yang biasa disebut nomor cantik, bisa seharga lebih dari satu juta.
Seiring dengan turunnya harga, banyak 'penimbun' nomor yang ingin cepat-cepat melepas barangnya sehingga memicu merosotnya harga. Untuk mempertahankan harga mereka mempunyai strategi baru yaitu memilah nomor berdasarkan keunikannya. Inilah yang kemudian disebut sebagai nomor cantik.
Keunikan nomor itu sendiri tidak ada standar yang mengaturnya alias siapa saja bisa menganggap nomor cantik. Bisa saja itu merupakan rangkaian hari ulang tahun atau rangkaian nomor yang dianggap hoki alias peruntungan bagi yang percaya dunia supranatural. Ada lagi yang merupakan nomor berurut atau nomor sama yang berualng 4 sampai 5 kali. Nomor cantik bagi satu orang belum tentu merupakan nomor cantik bagi orang lain.
Jadi kesimpulan saya, semua nomor adalah nomor cantik, jika dilihat dari sudut pandang dan anggapan yang berbeda. Kalau anda ingin menjual nomor cantik pintar-pintar saja membuat argumen kecantikan nomor itu. Nah... menurut anda nomor-nomor ini cantik nggak?
- mutiara's blog
- Login or register to post comments
- 1299 reads





